solagri

Sistem Pencernaan Pada Ternak Ruminansia dalalah  proses pencernaan hewan yang memiliki melalui 3(tiga) tahap mekanisme dalam mencerna makanan nya yaitu,secara mekanis  mulai dari pengunyahaan dalam mulut dengan bantuan air ludah (saliva), untuk mempermudah fermentatif dalam rumen dengan bantuan mikrobia rumen dan lalu memasuki proses enzimatis setelah melewati proses rumen.

 

Mempercepat Penggemukan

Hasil dari penelitian bahwa penggemukan dengan mengandalkan pakan tradisional atau berupa hijauan saja atau alami,ini merupakan hal yang kurang efektif bagi ternak sapi pedaging atau hewan ruminansia,yaitu kurang memberikan hasil yang diharapkan dan memerlukan waktu atau proses yang panjang. Ehingga para pertenak dan pihak yang berhubungan dengan pertenakan mencari soslusinya salah satunya yaitu dengan cara mempercepat penggemukan pada hewan ruminansia dengan memberikan vitamin penafsu makan hewan dan ini merupakan komposis pada pakan dengan kombinasi antara hijauan dan konsentrat. Konsentrat yang digunakan adalah ampas permentasi minuman,ampas tahu, ampas tebu, bekatul, kulit biji kedelai, kulit nenas dan bahan buatan yang memenuhi nutrisi yang dibutuhkan ternak. Tahapan pemberian konsentrat lebih didahulukan untuk memberi rangsangan pakan pada mikrobia rumen, sehingga yang diharapkan adalah ketika pakan hijauan masuk rumen, maka mikrobia rumen telah siap bejkerja dan aktif proses mencerna hijauan.

 

Kebutuhan Pakan

Kebutuhan pakan serat tiap ekor adalah 2,5% dari berat badannya. Seperti pada Hijauan yang biasa digunakan adalah jerami padi, daun tebu, daun jagung, rumput alang-alang dan rumput-rumputan liar sebagai pakan berkualitas rendah termasuk rumput gajah dan ini hanya memiliki kualitas nutrisi kurang untuk ternak pedaging.

Penentuan kualitas pakan tersebut ini berdasarkan tinggi rendahnya suatu kandungan nutrisi (zat pakan) dan pada jumlah serat kasar. Pakan pada hijauan yang masuk pada nilai kualitas rendah yaitu mengandung serat kasar yang tinggi ini dikarenakan  sukarnya dalam proses pencernaan karena adanya lignin yang sukar dilarutkan oleh enzim pencernaan atau asam amino yang diciptakan secara alami dengan pendekatan fisiologis pada tubuh sapi,dengan hal itu peneliti menciptakan nutrisi yang dibutuhkan oleh ternak secara baik dalam kebutuhan proses pencernaan ny a yaitu berupa vitamin penafsu makan hewan yang memiliki berbagai kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh ternak.

 

Komposisi Kandungan  Vitamin Yang Disempurnakan

Ini diperuntukan agar memenuhi kebutuhan akan mineral-mineral sebagai penyusun untuk perkembngan tulang, darah dan berperan dalam proses sintesis enzim, yaitu N, P, K, Ca, Mg, Cl dan lain-lain.

Catatatan

Asam-asam amino, yaitu Arginin, Histidin, Leusin, Isoleusin dan lain-lain sebagai penyusun protein, pembentuk sel dan organ tubuh.

Vitamin lengkap yang berfungsi untuk berlangsungnya proses fisiologis tubuh yang normal dan meningkatkan ketahanan tubuh sapi dari serangan penyakit.

Terimakasih

Sumber :